Bayangkan, kamu baru saja menyelesaikan maraton yang melelahkan. Pandemi, seperti maraton itu, telah menguras energi dan emosi kita. Kini, kita memasuki fase post-pandemi, tapi rona kelegaan tak selalu terpancar. Masih ada bekas luka yang tak kasat mata, tertinggal di benak kita. Kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD) seolah menyapa, menjadi pengingat pahit tentang masa …


