
Cara Merawat Gigi Anak yang Terlanjur Gigis agar Tetap Sehat dan Percaya Diri
Gigis merupakan kondisi di mana gigi anak mengalami kerusakan cukup parah, sering kali tampak keropos, berlubang, bahkan patah hingga mendekati gusi. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kebiasaan minum susu botol sambil tidur, konsumsi makanan manis berlebih, dan kurangnya kebersihan mulut. Meskipun gigi susu akan digantikan oleh gigi permanen, gigi gigis tetap harus dirawat dengan baik. Kerusakan pada gigi susu dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari kesulitan makan, gangguan berbicara, hingga menurunkan rasa percaya diri.
Jika anak sudah terlanjur mengalami gigi gigis, jangan panik. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mulutnya dan mencegah kerusakan semakin parah. Berikut cara merawat gigi anak yang terlanjur gigis
1. Bersihkan Gigi Anak Secara Rutin dan Benar
Meski gigi sudah gigis, kebersihan mulut tetap menjadi hal utama. Ajarkan anak menyikat gigi:
-
Dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur
-
Menggunakan sikat gigi anak dengan bulu lembut
-
Memakai pasta gigi berfluoride, sesuai dosis usia anak
Untuk anak yang masih kecil dan belum bisa menyikat sendiri dengan benar, orang tua wajib membantu proses penyikatan hingga usia sekitar 6–7 tahun.
2. Batasi Makanan dan Minuman Manis
Gigi gigis menunjukkan kerusakan enamel yang sudah parah, sehingga lebih rentan terhadap gula. Oleh karena itu:
-
Kurangi makanan manis lengket seperti permen, cokelat, dan kue
-
Hindari minuman manis dalam botol, terutama menjelang tidur
-
Ganti dengan camilan sehat seperti buah, yogurt tawar, atau keju yang kaya kalsium
Jika anak mengonsumsi makanan manis, pastikan ia berkumur atau menyikat gigi setelahnya.
3. Hentikan Kebiasaan Minum Susu Botol Saat Tidur
Sisa susu di dalam mulut saat tidur menjadi makanan untuk bakteri yang merusak gigi. Untuk mencegah kondisi makin parah:
-
Biasakan anak minum susu sebelum sikat gigi
-
Jika masih membutuhkan minum sebelum tidur, berikan air putih
-
Secara bertahap, lepaskan ketergantungan susu botol saat tidur
Kebiasaan sederhana ini sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan gigi anak.
4. Rutin Periksa ke Dokter Gigi
Gigi gigis membutuhkan pemantauan profesional. Bawalah anak ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali untuk:
-
Menilai tingkat kerusakan gigi
-
Mendapatkan perawatan seperti tambal gigi, fluoride varnish, atau sealant
-
Mencegah infeksi atau rasa sakit pada gigi yang sudah rapuh
Jika gigi anak sudah menimbulkan nyeri, pembengkakan, atau infeksi, segera lakukan pemeriksaan untuk menghindari komplikasi.
5. Pastikan Asupan Nutrisi Tepat
Nutrisi memiliki peran penting dalam memperkuat gigi anak. Berikan makanan yang kaya:
-
Kalsium (susu, keju, ikan)
-
Vitamin D (telur, paparan sinar matahari)
-
Fosfor dan Mineral Lainnya
Nutrisi yang terpenuhi akan membantu pertumbuhan gigi permanen menjadi lebih kuat dan sehat.
6. Ajarkan Kebiasaan Mulut yang Sehat Sejak Dini
Selain menyikat gigi, beberapa kebiasaan lain juga harus diperhatikan:
-
Hindari menggigit benda keras seperti es batu atau pensil
-
Ajari anak minum menggunakan gelas, bukan botol, setelah usia tertentu
-
Biasakan anak berkumur setelah makan
Semakin dini anak belajar kebiasaan oral hygiene yang baik, semakin kecil risiko gigi rusak di masa depan.
Kesimpulan
Gigi anak yang sudah terlanjur gigis tetap bisa dirawat dengan benar agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak mengganggu fungsi mulut. Kebiasaan menjaga kebersihan gigi, membatasi makanan manis, menghentikan minum susu botol saat tidur, serta pemeriksaan rutin ke dokter gigi adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan gigi anak. Selain itu, dukungan nutrisi yang baik membantu gigi permanen nantinya tumbuh kuat dan terhindar dari kerusakan.
Merawat gigi sejak dini bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk menjaga rasa percaya diri anak saat tumbuh besar. Jadikan perawatan gigi sebagai kebiasaan menyenangkan agar anak dapat memiliki senyum sehat sepanjang hidupnya.